Cerita Legenda Indonesia Si Pitung Jagoan Betawi

ngancati.net – si Pitung adalah seorang sosok yang digambarkan sebagai pendekar di sebuah film pada tayangan televisi beberapa tahun yang lalu. Lantas apa saja legenda tentang si pitung ini. Saya sarankan agar menyediakan cemilan dan kopi karna ceritanya bakalan panjang, dan agan lebih santai dalam membaca. Lanjut membaca..

W3lc0me to Ngancati.net

Kl1k klose (x) 2 kali untuk menutup

Terimakasih telah berkunjung 🙂

Cerita Legenda Indonesia Si Pitung Banteng Betawi

Pada zaman dahulu tepatnya pada masa penjajahan belanda bertempat di Batavia atau sekarang dikenal dengan Jakarta ,ada seorang pemuda gagah perkasa bernama si Pitung. Dia adalah putra dari pasangan pak Piun dan ibunya bernama Bu Pinah. Si Pitung terlahir dari keluarga sederhana dengan pekerjaan orang tuanya sebagai petani. Kegiatan sehari-hari si Pitung adalah membantu pekerjaan ayahnya di sawah mulai dari menanam padi dan pekerjaan lainnya. Si Pitung adalah sosok orang yang baik hati bahkan sebagian tetangganya merasa senang dengan sikap nya yang mau menolong sesama, apalagi jika ada orang yang kesusahan. Dengan kemampuan nya Pitung rela monolong tanpa pamrih. Sikap ramah si pitung tentu saja tidak hanya kepada orang lain , kehidupan di keluarganya Pitung juga terkenal sebagai anak yang soleh dan rajin.

si-pitung

Rumah pitung

Di Jakarta tepatnya di kampung Rawa Belong, Kebayoran. Tempat tinggal yang disinggahi keluarga mereka merupakan daerah kekuasaan penjajah. Pada zaman penjajahan itu terkenal dengan sebutan tuan tanah yaitu penguasa daerah setempat. Setiap warga yang tinggal di daerah tersebut harus membayar pajak kepada penguasa daerah setempat. Babah Liem Tjeh Soen adalah pemilik kekuasaan di daerah yang di singgahi oleh Si pitung dan keluarganya. Babah liem adalah orang utusan Belanda, dan memberikan uang setiap warga yang membayar kepadanya ke kompeni/penjajah belanda. Dalam masa penjajahan tersebut dalam pemungutan pajak Babah Liem dibantu pleh anak buahnya. Anak buahnya tak lain adalah orang pribumi sendiri yang di bayar oleh babah Liem. Dalam memilih anak buah ini babah Liem memilih orang pribumi yang lihai bela diri dan mahir dalam memegang senjata. Hal ini bertujuan untuk menindas warga Jakarta yang tidak mau membayar pajak. Dengan keahlian para anak buah babah liem warga pun tak banyak yang berani membantah.

Sampai pada akhirnya di suatu hari terlihat anak buah dari babah Liem datang ke rumah si pitung dan disana anak buah tersebut marah-marah kepada orang tua Pitung. Tak tinggal diam si Pitung lantas menghampiri ayahnya dan menanyakan apa yang sedang terjadi. Dan terjadi sebuah perbincangan antara anak buah babah liem dan si pitung. “ Hey, salah apa ayah saya” bertanya kepada anak buah liem, dengan nada kasar utusan tersebut bilang “ Tanya saja kepada bapakmu”. Dan kemudian utusan dari Liem mengambil semua hasil panen dari orang tua Pitung.

Lanjut untuk membaca Cerita Legenda Indonesia Si Pitung Banteng Betawi – Kemudian pada suatu waktu si pitung menanyakan kepada orang tuanya tentang apa yang sedang terjadi di wilayahnya. Orang tua pitung pun bercerita tentang orang yang mengambil hasil panen tadi dan siapa yang mengutus orang tersebut. Setelah pitung tahu dia tidak langsung mengambil tindakan di depan orang tuanya. Dia berkata dalam hati “ nantikan pembalasanku..”. Sampai keesokan harinya si pitung berjalan-jalan di kampungnya dan kembali melihat utusan babah liem tersebuh menghampiri beberapa rumah warga dan apa yang dilihatnya itu sama dengan apa yang dilakukan ke orang tuanya. Seakan-akan mereka adalah penguasa dan bertindak semaunya kepada warga sekitar.

Merasa keki melihat banyak kejadian yang meresahkan warga si Pitung pun tak mau diam begitu saja. Pitung menghampiri anak buah babah liem tersebut “Hentikan pengecut..kenapa kalian mengambil hak milik orang lain.!!!.” dengan seketika anak buah liem memandang ke arah pitung dan berteriak “ siapa kamu, berani melawan kami! Kamu tidak tahu kami?? Dengan nada keras. “pitung- saya tidak peduli asal usul kalian ,yang saya tahu perbuatan kalian sudah menganggu ketenangan warga disini!!

Terjadilah percakapan panjang dan pada akhirnya terjadi perkelahian antara Si pitung dan anak buah babah Liem. Anak buah babah liem yang merupakan orang pilihan sangat meremehkan kemampuan Si Pitung dan mengira hanya pemuda kampung biasa. Seketika si pitung di serang dan alhasil, ternyata satu persatu anak buah babah Liem dapat di jatuhkan. Anak buah babah Liem lantas pergi lari terbirit-birit , sambil berlari anak buah babah liem berteriak “ awas nanti saya lapor kepada Demang..” .Beberapa hari setelah kejadian itu banyak warga geger dan si Pitung menjadi bahan pembicaraan banyak warga di Kemayoran ,namun si Pitung dengan jiwa kesatria tetap tenang menanggapi hal tersebut. Banyak warga yang bertanya-tanya “kok berani sambil terheran-heran”.. si pitung dengan santainya menjawab banyak pertanyaan warga ke Dia. Suasana seketika di sekitar menjadi tenang.

Pada suatu hari, orang tua pitung pakpiun menyuruh anaknya untuk menjual kambing ke pasar di kawasan Tanah Abang. Lantas pitung pun pergi ke pasar untuk menjual kabing tersebut. Pada saat perjalanan menuju ke tanah abang tanpa disadari oleh si pitung , anak buah babah liem yang kemarin dilawanya membuntuti di belakang. Sampai di pasar pitung lantas menjual kambing tersebut dan menaruh uang hasil jual kambing itu di saku baju. “Disitu masih belum terjadi apa-apa”. Kemudian pitung pun melanjutkan perjalanan pulang di setengah perjalanan terdengar suara adzan. Si pitung lantas berhenti di sebuah sungai untuk mandi dan mengambil air wudlu.

Baca Juga Cerita Legenda Indonesia Lainnya : 

Dongeng Rakyat Asal Mula Danau Toba

Dongeng Rakyat Cindelaras dan Ayam Jago Peliharaanya

Dongeng Rakyat Timun Mas

Dengan tenang si pitung mandi di sungai itu dan menaruh pakaian di pinggir sungai beserta uang yang ada di saku bajunya. Tanpa si pitung tahu , diam-diam anak buah babah liem menghampiri baju yang di tinggalkannya di sisi sungani dan mengambil uang tersebut. Tanpa rasa curiga setelah pitung mandi dan solat , pitung melanjutkan perjalanan menuju kerumah.

Sesampainya dirumah pitung merogoh kantong nya dengan niatan akan memberikan hasil jualan kambing tadi ke ayahnya. “dengan terkaget “ ternyata uang yang ada di sakunya tidak ada. Si pitung mengingat ingat dimana dia menaruh uang tadi dan tanpa pikir panjang pitung kembali menuju perjalanan ke pasar, dalam pikiranya “tidak mungkin uang itu jatuh dijalan” lantaran pitung masih ingat betul dimana menaruh uang tadi. Setelah di pasar si pitung bertanya-tanya kepada beberapa orang dipasar,  banyak bertanya-tanya si pitung lantas tahu kalau uang disakunya ada yang mengambil. Jiwa pemberaninya pun muncul , dengan sikap tegasnya pitung mencari tahu siapa orang yang telah mengambil uang nya. Ada seseorang yang bilang jika dari pasar tadi ada sesorang yang mengikuti dibelakang. Dari situlah pitung mulai curiga dan berpikir “ siapa lagi jika bukan orang kemaren”.

Terlihat di seberang jalan di sebuah warung ada bebrapa anak buah babah liem yang sedang berkumpul. Si pitung menghampiri warung tersebut. Tanpa banyak kata , langsung berteriak “Kembalikan uangku..”. Salah satu dari anak buah liem menjawab” jika kamu mau uang ini , kamu harus menjadi bagian dari kami”. Pitung dengan wajah marahnya“ Gak sudi aku jadi bagian dari kalian”.  Percakapan panjang dan kemudian terjadi keributan , lagi-lagi anak buah babah liem mengeroyok pitung seorang diri. Dan disitu kembali si pitung dengan keahlian yang dimilikinya mampu melumpuhkan semua lawannya.

Sejak dua kejadian yang dialaminya dan banyak kejahatan dari babah liem yang meresahkan warga si pitung kemudian memutuskan untuk membela orang-orang yang tertindas akibat ulah para penjajah. Beberapa pengikut babah liem yang pernah di kalahkan oleh pitung ada yang memutuskan untuk berhenti menjadi budak belanda dan bergabung dengan pitung untuk membela orang lemah. Banyak cara dilakukan oleh pitung untuk membantu warga yang lemah salah satunya adalah dengan cara merampok. Dibantu beberapa mantan anak buah liem tadi, si Pitung dan kelompok nya hanya merampok orang-orang kaya dan membagikan hasil rampokan tadi kepada warga yang kurang mampu.

Dari sekian banyak hal yang dilakukan oleh si pitung , membuat namanya menjadi harum di kalangan rakyat miskin. Namun tak tinggal dian orang kaya yang banyak memihak kepada belanda tersebut lantas melaporkan si pitung ke petinggi Belanda. Mendengar laporan tersebut pemerintah Belanda memerintahkan prajuritnya untuk menangkap si pitung. Prajurit belanda lantas mencari tahu dimana si pitung berada, dengan cara apapun sampai-sampai pemerintah belanda memberi iming-iming sejumlah uang kepada siapa saja yang memberikan informasi dimana si pitung berada.

Si pitung banteng betawi – Kabar langsung tersebar dengan cepat , sampai suatu waktu si pitung mendengar kabar tersebut “bahwa dirinya dijadikan buronan belanda”. Si pitung banyak berpindah-pindah tempat semenjak kejadian itu. Namun hal itu tak membuat si pitung lupa akan membantu kaum yang tertidas. Suatu waktu saat akan merampok di rumah demang (orang kaya) si pitung dan kelompoknya terjebak oleh polisi belanda yang pada saat itu sudah mengantisipasi bahwa rumah tersebut sudah menjadi incaran kelompok si pitung. Polisi berjaga di sekitaran rumah demang. Setibanya pitung sampai dirumah tersebut polisi langsung mengepung si pitung dan kelompoknya, si pitung kemudian tertangkap dengan siasat agar teman-temanya berhasil meloloskan diri. Pitung dibawa ke suatu tempat dan disekap disana.

Karna kesaktian dan keahlianya pada suatu malam ketika penjaga sedang lengah si pitung berhasil meloloskan diri dengan melewati atap rumah tersebut. Pada keesokan harinya penjaga medapati ruangan dimana pitung di sekap kosong. Kabar tersebut menjadikan para demang kembali was-was. Kembali lagi pemerintah belanda berusaha menangkap si pitung , hingga pada akhirnya belanda mencari sebuah kelemahan dari si pitung. Dengan cara menangkap orang tua dan menagkap guru dari si pitung. Belanda mengali informasi dari orang tua dan guru nya tentang keberadaan si pitung. Usaha belanda kurang berhasil karna orang tua dan guru si pitung tetap bungkam masalah keberadaan pitung.

Si pitung tahu jika kedua orang tuanya da juga gurunya di sekap oleh belanda. Kemudian pitung mengirimkan selembaran pesan kepada pihak belanda yang isinya “ pitung akan menyerahkan diri jika orang tua dan gurunya dilepaskan”. Keinginan pitung di setujui oleh pemerintah belanda. Dan membuat kesepakatan untuk bertemu di sebuah tanah kosong. Orang tua dari pitug pun dilepaskan namun tidak  dengan gurunya “H.Naipin” belanda beralibi jika pitung menyerahkan diri sepenuhnya gurunya baru akan di lepaskan. Setelah lama terjadi perdebatan pada akhirnya si pitung menyerahkan diri. Tanpa pikir panjang pemerintah belanda yang sejak awal menodongkan senjata ke arah pitung dengan aba-aba pimpinan mereka untuk menghujani pitung dengan tembakan. Si pitung terjatuh bersimbah darah. Keluarga dan guru si pitung menghujat tindakan belanda dengan kata” licik”. Namun hal itu semua tidak dihiraukan oleh belanda.

Hingga saat ini banyak warga betawi yang menganggap jika si pitung adalah pahlawan betawi. itulah tadi cerita legenda si pitung. semoga dapat bermanfaat dalam membantu wawasan pengetahuan anda. terimakasih

Incoming search terms:

  • cerita rakyat yang pendek dan mudah dihafal
  • cerita rakyat yang singkat dan menarik
  • cerita rakyat lampung dalam bahasa lampung beserta artinya
  • drama bahasa inggris 11 orang dan artinya
  • cerita rakyat yang berkaitan dengan bencana alam
Cerita Legenda Indonesia Si Pitung Jagoan Betawi | soni | 4.5
/* */
Selamat Datang di NGANCATI.NET

Kl1k Tanda(x) 2 Kali Untuk Tutup

Terimakasih Telah Berkunjung:*