Cerita Rakyat Suku Tengger di Jawa Timur Tentang Gunung Bromo

Cerita Rakyat Suku Tengger di Jawa Timur Tentang Gunung Bromo – Diceritakan pada jaman dahulu hidup suami istri di satu dusun. Sang istri pada akhirnya hamil dan melahirkan seseorang bayi perempuan. Anehnya, bayi perempuan ini pada saat dilahirkan tidaklah menangis, hingga ke-2 orang tuanya memberikannya nama : Roro Anteng yang bermakna perempuan yang tenang atau diam.

W3lc0me to Ngancati.net

Kl1k klose (x) 2 kali untuk menutup

Terimakasih telah berkunjung 🙂

Cerita Rakyat Suku Tengger

Saat juga berlalu sampai Roro Anteng tumbuh jadi gadis yang cantik jelita. Kecantikannya populer di kelompok beberapa jejaka waktu itu. Tidak kecuali seseorang sakti mandraguna bernama Kyai Bima. Berbekal kebringasannya dengan kata lain kesaktiannya, Kyai Bima mendatangi Roro Anteng untuk melamarnya dibarengi ancaman. Lamaran itu mesti di terima, jika tak ia bakal membuat dusunnya binasa.

Sesungguhnya Roro Anteng terasa berat hati terima lamaran itu. Tetapi, ia sangat terpaksa menerimanya untuk menyelamatkan dusunnya. dan ia mempunyai satu gagasan untuk menggagalkan lamaran itu. Ya, Roro Anteng mensyaratkan pada Kyai Bima jika ingin lamarannya di terima jadi mesti memmembuatkan satu danau dalam tempo satu malam.

Lantaran tidak ingin kehilangan Roro Anteng, Kyai Bima menyanggupinya. Berbekal batok kelapa Kyai Bima mulai mengeruk tanah untuk jadikan danau. Kurun waktu singkat, danau telah terlihat bakal usai. Roro Anteng yang sudah bersiasat lalu memohon beberapa orang dusun untuk memukul-mukul alu agar hari telah terdengar pagi dan ayam mulai berkokok.

Cerita Rakyat Suku Tengger – Kyai Bima selekasnya sadar jika Dia gagal merampungkan tantangan dari Roro Anteng. Ia juga tak dapat memaksakan lamarannya. Hatinya yang jengkel selekasnya membanting batok kelapa yang dipegangnya lalu meninggalkannya. Sisa batok kelapanya lalu jadi Gunung Batok yang terdapat di samping Gunung Bromo. Sesaat, sisa galiannya jadi Segara Wedi (lautan pasir) yang dapat diliat hingga sekarang ini.

Roro Anteng juga pada akhirnya berjumpa Joko Seger dan menikah. Sepanjang bertahun-tahun menikah mereka belum juga dikaruniai seseorang anakpun. Pada akhirnya Joko Seger berdoa pada sang pencipta jika dikaruniai anak, dia bersedia mengorbankan anaknya itu.

Doa Joko Seger dikabulkan. Roro Anteng dan Joko Seger juga dikaruniai sebagian orang anak. Saat berlalu beberapa hingga Joko Seger lupa dengan prasyarat doanya dahulu. Saat tidur, Joko Seger memperoleh bisikan untuk penuhi janjinya.

Baca Juga :

Joko Seger sesungguhnya tak ikhlas mengorbankan satu diantara anaknya. Tetapi, lantaran jika tak dituruti bakal berlangsung bencana dan lagipula itu yaitu janjinya sendiri, jadi ia mengemukakannya pada anak-anaknya. Salah seseorang diantara anak-anak Joko Seger dan Roro Anteng juga bersedia untuk dikorbankan.

Cerita Rakyat Jawa Timur – Hari H juga tiba. Keluarga Joko Seger menuju kawah Gunung Bromo seraya membawa bermacam hasil bumi untuk sesaji. Salah seseorang anak Joko Seger yang dikorbankan juga sudah disediakan. Berbarengan sesaji anak itu terjun ke kawah Gunung Bromo itu.

Sesudah janji itu dikerjakan keluarga Joko Seger juga hidup bahagia di sekitaran Gunung Bromo. Keturunan mereka menamai diri Suku Tengger – yang datang dari nama Roro Anteng dan Joko Seger.

Upacara pengorbanan anak-anak mereka masihlah dapat kita saksikan hingga saat ini. Di bln. purnama tanggal 14 atau 15 bln. Kasodo (penanggalan Jawa) dikerjakan upacara Kasodo, dimana ada sistem pelemparan sesaji ke kawah Gunung Bromo. Demikianlah tadi cerita mengenai Suku Tengger di Jawa Timursemoga cerita tersebut dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda semua , terimakasih.

Incoming search terms:

  • drama sri segening
  • unsur intrinsik ande ande lumut
  • naskah drama batu menangis dalam bahasa inggris
  • cerita rakyat purworejo dalam bahasa jawa
  • unsur intrinsik cerita takyat ande ande lumut
Cerita Rakyat Suku Tengger di Jawa Timur Tentang Gunung Bromo | soni | 4.5
/* */
Selamat Datang di NGANCATI.NET

Kl1k Tanda(x) 2 Kali Untuk Tutup

Terimakasih Telah Berkunjung:*