Contoh Dongeng Sage Bahasa Sunda – Cadara

Contoh Dongeng Sage Bahasa Sunda – Cadara – Berikut ini adalah informasi yang anda cari mengenai Contoh Dongeng Sage Bahasa Sunda berjudul Cadara, selain cerita dongeng masyarakat sunda juga begitu terkenal dengan seni budaya nya, terlebih lagu , tarian dan juga tak kalah pentingnya yaitu makanan khas sunda. Namun khusus pembahasan itu akan kami sajikan di artikel lainnya, silahkan lanjut untuk membaca contoh dongeng sage berikut….

W3lc0me to Ngancati.net

Kl1k klose (x) 2 kali untuk menutup

Terimakasih telah berkunjung 🙂

Contoh Dongeng Sage Dalam Bahasa Indonesia – Cadara

Ada seseorang panglima perang bernama Wire tinggal di desa Kramuderu. Ia memiliki seseorang anak lelaki bernama Caadara. Wire begitu suka dan bangga pada anak lelakinya itu. Ia mengharapkan, sesudah dewasa Caadara bisa menukar kedudukannya sebagai panglima perang yang tangguh. Oleh karenanya, mulai sejak kecil Caadara dilatih bela diri dan pengetahuan perang. Pada saat kanak, kelincahan Caadara sudah melebihi rekan sepantarannya. Dia tumbuh dewasa, begitu tampan dan gagah. Kelincahan Caadara sudah melebihi rekan sepantarannya. Kelincahan dan kepandaiannya juga makin bertambah. Wire lihat perubahan anaknya dengan begitu suka. Tuturnya, ” Saya meyakini anakku akan jadi panglima yang terkenal. “

Disuatu hari. Wire ingin menguji kepandaian anaknya. Ia menyuruh Caadara berburu ke rimba yang letaknya tak jauh dari desa.” Anakku, hari ini engkau mesti berburu ke rimba yang terdapat di dekat satu sungai, dekat danau, ‘ kata Wire.Caadara begitu suka memperoleh perintah dari ayahnya. Ia selekasnya menyatukan sepuluh orang rekan dan berencana perburuan itu sepanjang tujuh hari. Sesudah persiapan usai, Caadara mengajak kesepuluh rekannya itu untuk pergi berburu.Rombongan Caadara pergi ke rimba lewat jalan setapak dan terkadang menembus semak belukar. Setelah tiba di tempat perburuan, mereka beristirahat sebentar sembari mengadakan persiapan.

cerita rakyat bahasa sunda indonsia

Ditempat perburuan itu nyatanya banyak binatang buruan hingga mereka sukses menombak sebagian ekor binatang. Mereka berburu sehari-hari. Pada hari awal sampai hari ke enam tak ada halangan yang bermakna. Pada hari ketujuh, beberapa pembantu Caadara terperanjat lantaran mereka lihat seekor anjing pemburu. Mereka selekasnya melaporkan hal semacam itu pada Caadara. Caadara menangkap firasat ada bahaya yang meneror. Tuturnya, ” Anjing pemburu itu berikan sinyal kalau bahaya tengah meneror kita. “Caadara memerintahkan ke enam perwiranya untuk bersiaga penuh dalam hadapi musuh yang belum di ketahui dari tempat mana arahnya itu. Mereka selekasnya mempersiapkan busur, anak panah, kayu pemukul, dan sebagian alat perang yang lain.” Tetaplah melindungi kewaspadaan lantaran setiap saat musuh bisa menyergap kita, ” kata Caadara mengingatkan.

Saat matahari pagi pancarkan sinarnya, Caadara dan anak buahnya berjemur diri untuk menghangatkan badan. Mendadak terdengar pekikan keras yang menakutkan. Beberapa pembantu Caadara juga ketakutan. Walau demikian, Caadara dan ke enam perwiranya tenang-tenang saja. Mereka tetaplah siaga. Lalu, Caadara selekasnya memerintahkan rombongannya untuk membuat benteng pertahanan.” Kawan-kawan, marilah kita menuju tanah lega berumput rimbun yang ditumbuhi semak belukar. Kita buat benteng pertahanan disana hingga kita bisa menangkis serangan musuh dan bisa menghancurkannya. “Tanpa ada banyak komentar, perwira-perwira itu selekasnya lari ke tempat yang ditunjuk pemimpin mereka. Mereka selekasnya membuat benteng pertahanan yang kuat.

Dongeng sage singkat Mendadak nampak lima puluh orang suku kuala sembari berteriak-teriak. Caadara dan beberapa perwiranya tak dipengaruhi teriakan-teriakan itu. Musuh makin dekat dan situasi makin tegang. Ke lima puluh musuh itu lari menyerang Caadara dan anak buahnya dengan tombak dan tongkat pemukul. Caadara memimpin pertempuran itu dengan semangat tinggi. Pertempuran juga makin seru. Mereka sama-sama serang untuk menjatuhkan lawan.

Caadara memiliki kepandaian mengagumkan dalam berperang. Ia bertempur tanpa ada memakai perisai namun memakai parang dan alat pemukul untuk merobohkan lawannya. Kurun waktu singkat dia sukses merobohkan dua puluh musuh. Pasukan musuk makin tak mampu menghadai keberanian Caadara dan anak buahnya. Pada akhirnya, musuh yang sejumlah lima puluh orang itu sisa lima orang. Mereka lari menyelamatkan diri.

Karena kesuksesannya menaklukkan musuh, Caadara semakin disegani anak buahnya. Mereka bangga memiliki panglima seperti Caadara. Tak henti-hentinya mereka mengelu-elukan Caadara. Seisi kampung jadi gempar mendengar berita kemenangan Caadara dan anak buahnya. Bapak Caadara begitu terharu mendengar berita itu, tak merasa air matanya berlinang.” Saya bangga dan suka memiliki anak seperti engkau. Engkau tentu bisa menggantikanku sebagai panglima. Kaulah yang layak menggantikanku, ” bisik Wire sembari merangkul anaknya.

Malam itu Caadara disambut pesta besar lantaran kemenangannya. Diluar itu, juga diselenggarakan persiapan untuk menyerang suku Kuala lantaran mereka sudah menyerang Caadara.Esok harinya Caadara yang perkasa itu di beri anugerah berbentuk kalung terbuat dari gigi binatang, bulu kasuari yang dirangkai indah, dan diperindah lagi dengan bulu cendrawasih di tengah-tengahnya. Pemberian hadiah itu dikerjakan dalam upacara yang begitu meriah. Diluar itu, Caadara juga memperoleh hadiah dua belas burung cenderawasih.Mulai sejak itu orang-orang pelajari taktik perang Caadara. Taktik perang dinamakan Caadara Ura. Taktik perang itu mencakup langkah melempar senjata, lari, menyerbu dengan senjata, seni silat jarak dekat dan langkah menahan lemparan kayu. Hingga saat ini Caadara jadi pahlawan yang dibanggakan orang-orang Kiman di Papua.

Kesimpulan

Dongeng ini menceritakan keberanian dan kepahlawana Caadara dalam hadapi laskar dari suku Kuala. Karena keberanian dan kepemimpinannya dalam bertempur, namanya masihlah dibanggakan orang-orang Kiman sebagai pahlawan hingga saat ini. Pelajaran yang bisa kita petik dari dongeng ini yaitu seseorang pemimpin yang baik, namanya akan tetaplah dikenang.

Baca Juga :

Dongeng Sunda : Kisah Legenda Pangeran Pande Gelang

Cerita Rakyat Suku Tengger di Jawa Timur Tentang Gunung Bromo

Contoh Dongeng Sage Dalam Bahasa Sunda – Cadara

Aya hiji jalma panglima perang namina Wire cicing di desa Kramuderu. Manehna ngabogaan hiji jalma anak laalaki namina Caadara. Wire kitu resep sarta reueus dina anak laalaki na eta. Manehna ngarep-ngarep,sesudah sawawa Caadara tiasa nukeur kalungguhan na minangka panglima perang anu tangguh. Ku lantaran eta,mimiti saprak alit Caadara dilatih bela diri sarta kauninga perang. Dina wanci kanak,kelincahan Caadara atos ngaleuwihan rencang sepantarannya . Anjeunna tumuwuh sawawa,kitu tampan sarta kuat. Kelincahan Caadara atos ngaleuwihan rencang sepantarannya . Kelincahan sarta kapinteran na oge beuki nambahan.

Wire tingal parobahan anakna kalawan kitu resep. Ceuk na, ” Abdi ngayakinan anaking bade janten panglima anu kakoncara. “Disuatu dinten. Wire hoyong menguji kapinteran anakna. Manehna miwarang Caadara moro ka rimba anu tempatna tak tebih ti desa.” Anaking,poe ieu engkau kedah moro ka rimba anu aya di caket hiji walungan,caket danau, ‘ sanggem Wire.Caadara kitu resep meunang parentah ti bapana. Manehna selekasnya menyatukeun sapuluh jalmi rencang sarta boga rencana perburuan eta sapanjang tujuh dinten. Sesudah persiapan rengse,Caadara ngajak kesepuluh baturna eta kanggo mios moro.

cerita rakyat bahasa sunda indonsia

Rombongan Caadara mios ka rimba liwat jalan satapak sarta terkadang nembus semak belukar. Sanggeus anjog di tempat perburuan,maranehanana beristirahat sakedap sembari ngayakeun persiapan.Ditempat perburuan eta tela na seueur sato buruan dugi maranehanana sukses menombak sapalih buntut sato. Maranehanana moro sapoe-dinten. Dina dinten mimiti dugi dinten ka genep tak aya pambengan anu bermakna. Dina dinten ketujuh,sababaraha pembantu Caadara terperanjat lantaran maranehanana tingal seekor anjing paninggaran. Maranehanana selekasnya ngalaporkeun perkawis sarupaning eta dina Caadara. Caadara nyerek wirasat aya bahya anu meneror. Ceuk na, ” Anjing paninggaran eta bikeun sinyal lamun bahya keur meneror urang. “

Caadara marentahkeun ka genep perwiranya kanggo bersiaga caos dina sanghareupan satru anu tacan di terang ti tempat manten arah na eta. Maranehanana selekasnya nyiapkeun busur,anak panah,kai paneunggeul,sarta sapalih pakakas perang anu sanes.” Angger nangtayungan kewaspadaan lantaran saban wanci satru tiasa menyergap urang, ” sanggem Caadara ngageuing.

Wanci sarangenge isuk pancarkan cahaya na,Caadara sarta anak buahna berjemur diri kanggo ngahaneutkeun awak. Dumadakan kadenge pekikan teuas anu pikasieuneun. Sababaraha pembantu Caadara oge sieun. Cacak kitu,Caadara sarta ka genep perwiranya tenang-tenang wae. Maranehanana angger siaga. Kaliwat,Caadara selekasnya marentahkeun rombongannya kanggo midamel benteng pertahanan.” Rencang-rencang,marilah urang nuju taneuh bungangang jukutan rimbun anu diwuwuhan semak belukar. Urang kanggo benteng pertahanan disana dugi urang tiasa menangkis serangan satru sarta tiasa ngancurkeun na. “

Tanpa aya seueur komentar,perwira-perwira eta selekasnya lumpat ka tempat anu ditunjuk pamingpin maranehanana. Maranehanana selekasnya midamel benteng pertahanan anu kiat.Dumadakan nampak lima puluh jalmi suku kuala sembari ceuceuleuweungan-gorowok. Caadara sarta sababaraha perwiranya tak dipangaruhan teriakan-teriakan eta. Satru beuki caket sarta kaayaan beuki ranteng. Ka lima puluh satru eta lumpat narajang Caadara sarta anak buahna kalawan tumbak sarta iteuk paneunggeul. Caadara mingpin perang eta kalawan sumanget luhur. Perang oge beuki seru. Maranehanana sami-sami serang kanggo ngalabuhkeun lawan.

Caadara ngabogaan kapinteran matak helok dina berperang. Manehna bertempur tanpa aya nganggo perisai nanging nganggo parang sarta pakakas paneunggeul kanggo ngarubuhkeun lawan na. waktu singget anjeunna sukses ngarubuhkeun dua puluh satru. Pasukan musuk beuki tak sanggem menghadai keberanian Caadara sarta anak buahna. Dina ahirna,satru anu sajumlah lima puluh jalmi eta rorodan lima jalmi. Maranehanana lumpat nyalametkeun diri.

Dongeng sage lengkap Margi kesuksesannya menaklukkeun satru,Caadara beuki disegani anak buahna. Maranehanana reueus ngabogaan panglima sepertos Caadara. Tak liren-liren na maranehanana mengelu-elukan Caadara. Seisi lembur janten guyur ngadenge wartos kameunang Caadara sarta anak buahna. Bapa Caadara kitu sedih ngadenge wartos eta,tak rumaos cai panonna berlinang.” Abdi reueus sarta resep ngabogaan anak sepertos engkau. Engkau tangtos tiasa ngagantikeun kuring minangka panglima. Kaulah anu meujeuhna ngagantikeun kuring, ” harewos Wire sembari ngagabrug anakna.

Wengi eta Caadara dipapag pesta ageung lantaran kameunang na. Diluar eta,oge diayakeun persiapan kanggo narajang suku Kuala lantaran maranehanana atos narajang Caadara.Enjing poena Caadara anu perkasa eta di pasihan kasinugrahan ngawangun kongkorong dijieun ti huntu sato,bulu kasuari anu dirangkai endah,sarta diperindah deui kalawan bulu cendrawasih di keur-keur na. Pamasihan kado eta dipigawe dina upacara anu kitu rame. Diluar eta,Caadara oge meunang kado dua belas manuk cenderawasih.Mimiti saprak eta jalmi-jalmi pelajari taktik perang Caadara. Taktik perang dingaranan Caadara Ura. Taktik perang eta ngawengku lengkah ngabalangkeun pakarang,lumpat,nyerbu kalawan pakarang,seni silat jara caket sarta lengkah nahan lemparan kai. Dugi ayeuna Caadara janten pahlawan anu direueuskeun jalmi-jalmi Kiman di Papua.

Kacindekan

Dongeng ieu nyaritakeun keberanian sarta kepahlawana Caadara dina sanghareupan laskar ti suku Kuala. Margi keberanian sarta kapamingpinan na dina bertempur,ngaranna masihlah direueuskeun jalmi-jalmi Kiman minangka pahlawan dugi ayeuna. Palajaran anu tiasa urang petik ti dongeng ieu yaktos hiji jalma pamingpin anu sae,ngaranna bade angger dikenang.

Demikianlah Contoh Dongeng Sage Bahasa Sunda yang bisa kami berikan , jangan lupa untuk membaca arikel manrik lainnya di web kami.. terimakasih.

Incoming search terms:

  • contoh dongeng pamuk
  • contoh babad
  • judul dongeng mite
  • dongeng singkat untuk anak kelas 1 sd
  • Contoh cerita sage
Contoh Dongeng Sage Bahasa Sunda – Cadara | soni | 4.5
/* */
Selamat Datang di NGANCATI.NET

Kl1k Tanda(x) 2 Kali Untuk Tutup

Terimakasih Telah Berkunjung:*