Dongeng Anak Bukit Merah Singapur

Dongeng Anak Bukit Merah Singapur

W3lc0me to Ngancati.net

Kl1k klose (x) 2 kali untuk menutup

Terimakasih telah berkunjung 🙂

Dongeng Anak Bukit Merah Singapur

ngancati.net – Dahulu, Negara Singapura telah direpotkan oleh seekor ikan todak. Ikan bermoncong panjang serta tajam itu sukai menyerang masyarakat. Tidak terhitung berapakah banyak masyarakat yang luka-luka serta mati akibat serangan ikan ganas itu. Raja lalu memerintahkan penglima perangnya untuk mengalahkan ikan-ikan jahat itu. Jadi, dipersiapkanlah sepasukan prajurit untuk membunuh ikan itu. Walau demikian, nyaris semuanya prajurit raja mati di moncong Todak. Raja kebingungan bagaimana menundukkan ikan-ikan todak itu.

Di dalam kebingungannya, Raja didatangi seseorang anak kecil. “Hamba Mohon ampun, Paduka yang Mulia, bolehkah hamba menyampaikan suatu hal mengenai ikan-ikan itu? ” “Katakanlah anak kecil” “Ikan-ikan itu cuma dapat dikalahkan dengan pagar pohon pisang Paduka. ” “Apa maksudmu anak kecil? ”maksud dari anak kecil itu yaitu membuat pagar yang terbuat dari batang (gebog) pohon pisang. Kemudian Raja mencoba apa yang di sarankan anak kecil itu. Lantas Pohon-pohon pisang ditebang, dijajarkan, lalu direkatkan lewat cara ditusuk dengan bambu pada yang satu serta yang lain sampai mirip pagar. Pagar itu lalu di taruh di tepi pantai, tempat ikan-ikan itu umum menyerang masyarakat.

Raja lalu memerintahkan Panglima untuk bikin apa yang dikatakan anak kecil itu. Di sisi lain Panglima mengakui kepintaran si anak dan juga dia membenci anak kecil itu. Ide si anak bikin Panglima terasa bodoh dihadapan sang Raja. “Seharusnya akulah (panglima) yang memiliki ide itu. Bukankah aku panglima perang paling tinggi di kerajaan ini ? tidak pantas jika aku kalah oleh si anak kecil ingusan, ” tuturnya dalam hati panglima. Esok harinya, selesailah semua pagar dari pohon pisang. Pagar itu lantas di taruh di pinggir pantai seperti yang dikatakana si anak kecil.

Baca Juga Dongeng Anak Pengantar Tidur

Dongeng Anak Bukit Merah Singapur Nyatanya benar. Ikan-ikan yang menyerang pagar pohon pisang tidak dapat menarik kembali moncongnya. Mereka mengelepar-gelepar ekor serta badannya sekuat tenaga, namun percuma. Moncong mereka yang panjang serta tajam itu menancap kuat serta pada dalam batang pohon pisang yang lunak itu. Pada akhirnya, dengan gampang masyarakat bisa membunuh ikan podakk yang jahat. keberhasilan Si anak mendapatkan apresiasi dari raja , anak kecil mendapat hadiah dari sang Raja.

“Terima kasih nak. Kau sungguh anak yang pandai, ” puji Raja. Beberapa orang bersuka cita. Walau demikian, panglima perang yang iri serta jengkel lantaran terasa terlihat bodoh dihadapan Raja itu lantas menghasut sang Raja.“Baginda Raja, anak kecil yang cerdas itu nampaknya dapat jadi ancaman bila dia besar kelak. ” “Maksudmu apa panglima? ” “Siapa tahu, sesudah besar kelak, dengan kepintaran dan kecerdikan nya dia berhasrat merebut tahta kerajaan Paduka. ”Raja yang terhasut.

Ia lantas memerintahkan Sang Panglima untuk singkirkan anak itu. Kemudian Sang Panglima jahat mendatangi rumah si anak kecil serta dengan licik membunuh anak tidak berdosa. Anehnya, darah si anak yang pintar serta baik hati mengalir deras serta membasahi semua tanah di bukit tempat anak itu singgah. Semua bukit jadi merah. Beberapa orang lantas menyebutkan tempat itu Bukit Merah.

Incoming search terms:

  • dongeng anak sebelum tidur bergambar pdf
  • dongeng sebelum tidur upin dan ipin
  • contoh komik bawang putih&merah
Dongeng Anak Bukit Merah Singapur | soni | 4.5
/* */
Selamat Datang di NGANCATI.NET

Kl1k Tanda(x) 2 Kali Untuk Tutup

Terimakasih Telah Berkunjung:*