Legenda Batu Menangis di Kalimantan Sumatra Barat

ngancati.net – Cerita legenda batu menangis merupakan sebuah cerita asli dari rakyat nusantara , tepatnya berasal dari daerah Kalimantan. Batu menangis adalah sebuah cerita yang mengisahkan seorang anak yang durhaka pada ibunya. Ibu yang sangat sabar namun si anak terus menerus menyakiti hati ibu nya, hingga akhirnya kesabaran sang Ibunda habis. Lebih jelasnya yuk baca cerita batu menangis berikut.

W3lc0me to Ngancati.net

Kl1k klose (x) 2 kali untuk menutup

Terimakasih telah berkunjung 🙂

Legenda Batu Menangis Kalimantan Barat

Legenda Batu Menangis

Cerita batu menangis – Dahulu kala ada sebuah desa namun desa tersebut sangatlah jarang penduduk dan lokasi desa itu jauh dari pemukiman padat penduduk. Disana tinggal sebuah keluarga kecil, seorang janda tua dan anak nya yang cantik, akan tetapi kecantikan si anak tidak di imbangi dengan perilakunya. Anak itu sangat pemalas dan tidak pernah sesekali membantu ibunnya. Yang dilakukan gadis itu hanya bersolek dan bersolek agar senantiasa terlihat cantik. Serta semua apa yang diinginkannya harus terpenuhi ,tanpa pernah memikirkan ibun nya yang berjuang untuk menghidupi keluarga mereka.

Di suatu hari anak yang malas itu diajak ibu nya pergi ke pasar untuk membeli keperluan sehari-hari. Lokasi pasar yang lumayan jauh dari desa mereka, tentu cukup melelahkan. Mendengar ajakan ibu anak itu langsung bergegas bersolek dan berpenampilan yang tidak umum. Sang ibu hanya memakai pakaian sederhana akan tetapi anak itu memakai baju sangat rapi dan cantik. Kemudian mereka berdua berjalan menuju ke pasar. Dalam perjalanan gadis itu tidak mau jalan bersandingan dengan ibunya. Anak yang durhaka itu menyuruh ibunya berjalan di belakang karna ia tidak mau orang tahu jika perempuan dengan baju yang kumuh itu adalah ibu kandung nya.

Di sepanjang perjalanan dengan dandanan yang cantik membuat gadis itu menjadi pusat perhatian orang yang melihatnya, terutama pria-pria yang melihat. Ketika masuk di sebuah desa ,seperti biasa banyak orang yang memandangi gadis itu. Lengak lengok jalan membuat gadis itu semakin menjadi pusat perhatian dan di kagumi oleh banyak warga  desa. Namun seketika begitu kontras jika warga melihat perempuan yang berjalan di belakangnya. Sungguh jauh layaknya anak sebagai majikan dan ibu sebagai pembantu nya.

Hal tersebut membuat warga yang melihat bertanya-tanya kepada gadis itu, “siapa yang perempuan yang berjalan di belakangnya”. Hingga pada akhirnya ada seorang pemuda desa yang berani mendekati dan bertanya “ Hai cantik , Itu yang berjalan di belakang siapa? Apa itu Ibu mu?” tanya seorang pemuda. Namun sungguh tak di sangka apa yang dikata oleh gadis durhaka itu. “ Tidak, Perempuan itu pembantuku”. Sang ibu yang mendengar hanya mengelus dada dan masih bersabar menghadapi putrinya.

Baca Juga :

Mereka terus melanjutkan perjalanan menuju pasar , di sana mulai terlihat ramai kerumunan warga yang sedang berbelanja. Sontak warga yang melihat kedatangan gadis cantik, dan tiba-tiba menjadi pusat perhatian di pasar. Banyak orang di pasar memperhatikan kecantikan gadis itu , ada yang bersiul dan coba menggoda gadis itu. Akan tetapi pemandangan yang berbeda dilihat , seorang perempuan berpakaian kumuh sedang membawa keranjang dan berjalan di belakang gadis cantik itu. Hal itu membuat warga kembali bertanya-tanya.” siapa perempuan itu”.

Kisah Batu Menangis – Sambil berbelanja di pasar setiap orang bertanya kepada gadis cantik itu dengan pertanyaan yang sama seperti sebelum sebelumnya, gadis itu  menjawab “Tidak, “Bukan”, itu pembantuku , itu budak ku”. Terus menerus jawaban yang sama setiap orang yang bertanya kepada nya. Dia merasa sombong dengan wajah cantik dan pakaian bagus hingga durhaka tidak mengakui ibu kandungnya sendiri. Sering kali ibu mengelus dada dan tetap bersabar menghadapi sikap anak nya, akan tetapi gadis itu masih saja berkata hal yang sama  ke semua orang.

Ibu yang sudah sangat sabar hingga akhirnya tidak mampu menahan rasa sakit hatinya , dan berdoa “ Ya Tuhan , Aku sudah tidak kuat dengan perkataan serta sikap anakku. Ia selalu tidak menganggapku sebagai ibu nya dan senantiasa melecehkanku di depan orang lain. Ya Tuhan tunjukkan kekuasaanmu terhadap anak durhaka ini”. Dan kemudian atas kekuasaan Tuhan , seketika tubuh gadis itu mengeras menjadi batu.

Perlahan kaki anak itu berubah menjadi batu dan merembet naik ke sekujur tubuhnya, di setengah badanya yang berubah menjadi batu si anak durhaka sempat berucap sambil menagis dan menyesal ” ampuni aku ibu, maafkan aku “ namun ucapan itu sia-sia. Nasi sudah menjadi bubur , hati ibu yang sangat sakit membuat gadis itu tak bisa berbuat apa-apa. Anak itu menjadi sebuah patung atau batu dan yang terlihat hanya lah di bagian mata anak itu kerap meneteskan air mata. Hingga akhirnya warga sekitar memberi nama batu itu “ Batu Menangis”. Tidak sedikit juga warga sekitar yang mempercayai cerita ini dan mengangap cerita “ Batu Menangis “ ini memang benar-benar terjadi. “Barang siapa yang durhaka pada ibu nya pasti akan mendapat hukuman dari Tuhan YME”.

Itulah tadi sedikit cerita legenda batu menangis yang berasal dari rakyat kalimantan barat.

Incoming search terms:

  • unsur intrinsik cerita rakyat batu menangis
  • kesimpulan cerita batu menangis
  • cerita rakyat lampung menggunakan bahasa lampung
  • download cerita rakyat batu menangis pdf
  • sinopsis cerita rakyat batu menangis
Legenda Batu Menangis di Kalimantan Sumatra Barat | soni | 4.5
/* */
Selamat Datang di NGANCATI.NET

Kl1k Tanda(x) 2 Kali Untuk Tutup

Terimakasih Telah Berkunjung:*